oleh

Bahuga Cetak ID 83,55, Bupati Dorong Hilirisasi Pertanian

-Way Kanan-22 Dilihat

Waykanan- Kecamatan Bahuga mencatat lonjakan capaian pembangunan dengan rata-rata Indeks Desa 83,55, jauh di atas rata-rata kabupaten 77,53. Namun Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan, angka tinggi bukan alasan untuk berpuas diri.

Musrenbang Kecamatan Bahuga digelar di Aula Kecamatan Bahuga, Senin (09/02/2026), sebagai bagian penyusunan RKPD 2027 dan implementasi RPJMD 2025–2029.

Mayoritas kampung di Bahuga telah berstatus Mandiri. Kampung Bumi Agung mencatat skor tertinggi 90,07, disusul Bumi Agung Wates 88,97.

Meski demikian, evaluasi per dimensi menunjukkan aspek lingkungan dan aksesibilitas masih perlu intervensi.

“Kita tidak boleh puas. Dimensi lingkungan dan aksesibilitas masih jadi tantangan,” tegas Ayu.

Bupati juga memberi arahan tegas soal hilirisasi. Kampung-kampung diminta tidak lagi hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah.

“Saya minta mulai hilirisasi komoditas. Jangan berhenti di bahan mentah. Nilai tambah harus dirasakan petani,” ujarnya.

Normalisasi drainase, optimalisasi embung desa, serta gerakan penanaman pohon juga menjadi instruksi menghadapi potensi banjir dan perubahan iklim.

Dari sisi fiskal, Bahuga juga terdampak penurunan pendapatan daerah Rp164 miliar akibat efisiensi TKD. APBD diprioritaskan untuk belanja wajib, mandatory spending, serta SPM.

“Kita harus selektif dan bijak dalam menyusun prioritas belanja,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *